BALI DAN KEUNIKANNYA SELAYANG PANDANG (LANJUTAN 4).

Kumpulan-kumpulan tulisan Dharma Wacana oleh Singgih Ida Pedanda Gede Made Gunung
Post Reply
User avatar
Ida Pedanda Gunung
Posts: 2508
Joined: Wed Jan 09, 2013 3:44 pm

BALI DAN KEUNIKANNYA SELAYANG PANDANG (LANJUTAN 4).

Post by Ida Pedanda Gunung » Tue Jan 07, 2014 7:42 am

BALI DAN KEUNIKANNYA SELAYANG PANDANG (LANJUTAN 4).

1.3. BALI DENGAN AGAMA HINDUNYA, BUDAYANYA, SENINYA, ADATNYA MENYERUPAI TELOR.

Saya sudah dari lama ingin menulis ini tetapi karena banyak yang harus saya layani, maka baru kali ini saya sempat menulisnya sebagai bagian dari tulisan saya yang berjudul BALI DAN KEUNIKANNYA SELAYANG PANDANG. Sebab banyak sekali orang yang belum tau Bali berbicara tentang Bali, sehingga banyak penilai tentang Bali yang kurang pas, Termasuk saya sendiri hanya baru tau Bali sedikit.

Seperti Bali dengan agama Hindunya dikatakan menyembah berhala, dikatakan menyembah banyak Tuhan, menyembah batu, menyembah pohon, Hindu menyembah Dewa perusak (Dewa Siwa), Bali adatnya terlalu mengikat, Bali agamanya rumit dan banyak lagi.... banyak lagi....!!!!! Ada pula saudara kita sesama orang Bali yang tinggal di luar Bali (hanya beberapa orang) ikut berpikiran seperti itu sebelum mereka mengadakan penelitian dengan saksama, mereka sudah menyimpulkan. Tetapi anehnya banyak orang yang menyebut seperti itu sangat berkeinginan datang ke Bali dan banyak pula yang ingin hidup di Bali, inilah uniknya Bali.

Nah untuk itulah saya harapkan melalui tulisan yang singkat ini dapat memberi sedikit gambaran tentang Bali atau digunakan sebagai landasan untuk mengadakan penelitian tentang Bali selanjutnya. Saya pribadi tidak pernah marah atau tersinggung bila mendengar ocehan seperti itu tentang Bali, sebab saya tau latar belakang mereka yang begitu adalah melihat dari kaca matanya sendiri.

Ada contoh yang amat cocok saya kemukakan disini; Dijaman dulu di Bali (sebelum ada lampu listrik) totonan wayang kulit sangat digemari, nah pada suatu malam saya nonton wayang kulit, di arena tontonan ada banyak dagang menjual makanan ringan seperti kacang rebus dsb. Saat itu ada seorang pemuda yang mengira dirinya gagah dan ganteng sebab malam - malam pakai kaca mata hitam, lalu dia membeli kacang rebus tetapi dia melihat kacang rebus itu warnanya hitam, karena dia pakai kaca mata hitam, nah dia bilang sama dagang kacangnya dia mau beli juwet (sejenis buah kecil-kecil warnanya hitam), lalu si dagang bilang di sini tidak jual juwet, tapi pemuda itu bersikukuh bilang itu kan juwet....!!! Lalu dagangnya bilang itu kacang rebus, coba kamu buka kaca matamu. Lalu si pemuda dungu itu membuka kaca matanya, baru dia sadar bahwa yang mereka bilang juwet itu adalah kacang rebus, selanjutnya dia malu sendiri terus pulang menanggung malu.

Perlu juga saya sampaikan satu contoh lagi disini agar semakin terang kita menilai sesutau itu. Contoh;

Ada tiga orang, masing - masing mempunyai kesenangan yang berbeda, si A mempunyai kesenangan judi sabungan ayam, si B senang makan daging ayam, si C senang membikin sapu dari bulu ayam. Nah suatu ketika ketiganya melihat seekor ayam jago melintas di jalan, maka masing masing dari mereka menilai seekor ayam itu berdasarkan kesenangan mereka. Si A bilang bila ayam ini di adu pasti menang jadi hutang -hutang saya bisa lunas semua. Si B, lain lagi penilaiannya bila ayam ini saya pakai ayam goreng pasti sangat enak dagingnya. Si C. lain lagi bila ayam ini saya dapatkan bulunya pasti saya punya sapu bulu yang indah. Kenapa mereka bertiga menilai satu objek itu bisa berbeda pendapat??? Nah demikian pula menilai/melihat Bali, saya harapkan Bali dilihat dari semua sisi dan semua kepentingan agar kita dapat jawaban yang benar dan akurat.

(bersambung)

Post Reply

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests