BALI DAN KEUNIKANNYA SELAYANG PANDANG (LANJUTAN 6)

Kumpulan-kumpulan tulisan Dharma Wacana oleh Singgih Ida Pedanda Gede Made Gunung
Post Reply
User avatar
Ida Pedanda Gunung
Posts: 2508
Joined: Wed Jan 09, 2013 3:44 pm

BALI DAN KEUNIKANNYA SELAYANG PANDANG (LANJUTAN 6)

Post by Ida Pedanda Gunung » Sat Jan 11, 2014 7:22 am

BALI DAN KEUNIKANNYA SELAYANG PANDANG (LANJUTAN 6).

KETUHANAN HINDU DI BALI.

Tentang ke Tuhanan Hindu di Bali masih sangat banyak orang kebingungan untuk memahami, apakah itu dari umat Hindu sendiri, apalagi bagi mereka yang tidak Hindu akan keblinger dibuatnya. Mungkin karena itu salah satu muncul anggapan yang bukan-bukan, antara lain Hindu menyembah banyak Tuhan, Hindu ini...., Hindu itu...Saya tidak mau menyalahkan orang yang belum tau, apalagi orang yang tidak tau, bagaimana kita bisa menyalahkan mereka? Hanya saja saya menghimbau, untuk menyimpulkan sesuatu sebelum menyalahkan atau membenarkan harus melalui penelitian/ pengamatan yang saksama / seminar dan yang sejenis itu.

Maka sekarang dalam tulisan ini akan saya coba untuk menulis tentang keunikan dari ajaran Ketuhanan Hindu di Bali. Di dalam lontar/buku Siwatattwa jelas dapat dibaca tulisan sbb;

"EKATWA ANEKATWA SWALAKSANA BHATARA ".

Kalau saya artikan dengan arti gramatikal, artinya;" TUHAN ITU SATU, NAMUN BERMANIFESTASI BANYAK, DAN MANIFESTASI YANG BANYAK ITU SUMBERNYA SATU....".

Sehingga di Bali ada beribu-ribu Bhatara sebagai manifestasi Tuhan, maka dari itu di Bali ada beribu-ribu Pura sebagai stananya. Manifestasi Tuhan di Bali sebanyak kepentingan manusia, sebab Tuhan dapat memenuhi semua kepentingan manusia, manusia penting bertani maka dia menyembah (nyungsung) Bhatari Sri di pura Ulun carik dan sebagainya.

Untuk lebih jelas mendapatkan gambaran tentang itu, maka saya akan mengambil sebuah contoh; Seperti listrik, Tuhan saya umpamakan seperti listrik, maka dari listrik dapat memenuhi keperluan manusia, asal ada alat untuk itu. Misalnya perlu memasak, beli kompor listrik lalu di colokan bisa digunakan memasak. Ingin terang, beli lampu, fiting, kabel dicolokkan lalu menyala bersinar jadi terang dan lain sebagainya. Jadi apapun alatnya dan untuk apapun itu pasti harus ada listriknya. Kompor listrik, setrika listrik, lampu listrik, jadi kata listrik itu selalu ada.

Maka orang Hindu di Bali ada yang mengatakan tidak pernah menyembah Tuhan itu sebenarnya anggapan yang sangat keliru kalau tidak boleh disebut anggapan salah. Sebab setiap mantra pemujaan terhadap Bhatara pasti diawali dengan kata " ONG atau OM ".

Misalnya : Nyembah ke Pertiwi; Ong Pritiwi......... Nyembah Dewi Sri; Ong Sri..... dsb. Sebab kata Ong/Om itu sebagai simbulis penyebutan nama Tuhan, karena Tuhan itu tak terpikirkan, Tuhan tak terbatas dsb, mungkin agak mirip dengan sifat listrik. Siapa diantara kita yang tau bentuk dan wujud listrik? Bila ada yang menunjuk lapu itu disebut listrik, nah itu sangat keliru, bila dia tidak menyebutkan itu lampu listrik.

Demikianlah ajaran ke Tuhanan Hindu di Bali. Mungkin tidak ada di tempat lain. Inilah sesuatu yang saya tulis, mudah-mudahan bisa dijadikan awal atau dasar untuk memahami ajaran Ketuhan Hindu di Bali.

( bersambung)

Post Reply

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest