BEBERAPA KONSEP / AJARAN YANG AMAT INDAH (Lanjutan Terakhir)

Kumpulan-kumpulan tulisan Dharma Wacana oleh Singgih Ida Pedanda Gede Made Gunung
Post Reply
User avatar
Ida Pedanda Gunung
Posts: 2508
Joined: Wed Jan 09, 2013 3:44 pm

BEBERAPA KONSEP / AJARAN YANG AMAT INDAH (Lanjutan Terakhir)

Post by Ida Pedanda Gunung » Fri Jan 17, 2014 7:02 am

BEBERAPA KONSEP / AJARAN YANG AMAT INDAH (Lanjutan Terakhir)

Seperti yang telah saya tulis diatas tentang keunikan Hindu di Bali, itu baru sebagian kecil artinya banyak lagi keunikan-keunikan yang kita tidak dapati di daerah lain. Di samping itu Hindu Bali memiliki beribu-ribu konsep / ajaran yang amat indah, bila ajaran ini kita dapat terapkan secara bersama-sama maka kedamaian, kebahagiaan akan tumbuh subur mengikuti perjalanan hidup kita.

Untuk menjalani ajaran yang amat luhur peninggalan leluhur kita harus dimulai dari diri kita sendiri sebagai pelopor, sebab saya memiliki pemahaman, siapapun mau melakoni ajaran tersebut di dalam hidupnya baik secara pribadi apa lagi secara bersama-sama mereka akan merasakan kebahagiaannya.
Disini saya akan menulis satu konsep saja dari sekian banyaknya yaitu: AJARAN MEMANUSIAKAN ALAM DAN LINGKUNGAN.

Kenapa saya hanya menulis ini terlebih dahulu, karena umat Hindu di Bali sering mendapat hinaan, atau dibilang ini, dibilang itu oleh orang yang tidak mengerti tentang kehidupan berketuhanan. Misalnya orang Hindu di Bali menyembah pohon, menyembah batu, menyembah mobil dan lain sebagainya, hal ini sering saya dapat pengaduan/pertanyaan dari umat hampir setiap Dharma Wacana pertanyaan sejenis ini muncul.

Adanya aktifitas umat Hindu di Bali seperti ngotonin mobil, ngotonin pohon, ngotonin hewan, pohon di kasi kain, togog dikasi udeng, semuanya itu berdasarkan ajaran "Memanusiakan yg saya tulis diatas". Ajaran tersebut berasal dari ajaran WASUDEVAKUTUMBAKAN kemudian dirumuskan menjadi ajaran Tri Hittakarana, dipertegas lagi melalui ajaran memanusiakan alam lingkungan, dan dilakoni melalui upacara-upaca seperti yang saya tulis diatas.

Jadi Hindu di Bali sangat lengkap dan kaya akan ajaran yang dapat membahagiakan kita semua dan lingkungan kita. Ajaran memanusiakan alam dan lingkungan ini harus dimulai dari memanusiakan diri sendiri dulu, sebab yang mampu memanusiakan alam dan lingkungan hanyalah manusia. Setelah kita mampu memanusiakan diri sendiri, baru ajaran ini dapat mereka lakukan dengan sempurna.

Sebaliknya bila manusia belum dapat memanusiakan dirinya, mereka akan tidak mampu memanusiakan lingkungan, sehingga alam dan lingkungan semakin ganas terhadap manusia. Artinya bila kita memberikan saji ke hadapan pohon berarti kita menyampaikan sujud bhakti kehadapan Tuhan atas kasihNya menciptakan pohon yang dapat membantu kita dalam kehidupan ini, dan kita berjanji akan memelihara pohon demi kepentingan kita bersama, kurang lebih demikian makna orang Hindu di Bali melakoni upacara terhadap pohon dan yang lainnya.

Namun saya harap jangan kita berhenti hanya sebatas upacara, mari kita praktekkan maknanya agar ajaran tersebut menjadi kenyataan dalam hidup kita. Saya sangat bangga membaca di koran adanya penanaman pohon yang begitu banyak, namun perlu saya sampaikan pohon itu tidak cupkup hanya ditanam saja, agar bisa hidup dengan baik, maka diperlukan pemeliharaan secara rutin. Dan saya tidak setuju adanya orang-orang yang memasang iklan dan yang lainnya menempelkannya/dipacek di pohon perindang, disamping pemandangan yang kurang sedap, juga membikin pohon menjadi sengsara, coba kalau badan kita yang ditempelkan macem-macem apakah hidup kita akan nyaman?

Demikian pula terhadap unsur alam yang lainnya, sehingga di Bali ada hari-hari untuk melakukan itu seperti; hari-hari Tumpek, setiap Tumpek itu ada makna dan tujuannya.

Sekian dulu tulisan ini, pada akhirnya saya ucapkan Om Shantih, Shantih, Shantih Om.

Post Reply

Who is online

Users browsing this forum: angelinacx69 and 1 guest