RENUNGAN DI PAGI HARI.

Kumpulan-kumpulan tulisan Dharma Wacana oleh Singgih Ida Pedanda Gede Made Gunung
Post Reply
User avatar
Ida Pedanda Gunung
Posts: 2508
Joined: Wed Jan 09, 2013 3:44 pm

RENUNGAN DI PAGI HARI.

Post by Ida Pedanda Gunung » Wed Feb 12, 2014 7:23 am

RENUNGAN DI PAGI HARI.

OM SWASTIASTU.
Seperti biasa, dan telah menjadi kebutuhan hidup saya setiap pagi sebelum matahari terbit, saya melakukan Yoga Asana,sebagai olah raga yang cocok untuk seorang Pedanda menurut saya. Setelah asana dan pranayama sesuai dengan tuntunan guru saya, sewaktu saya belum memasuki alam kewikon (madwijati), itu yang saya tetap lakukan sampai sekarang. Nah setelah asana dan pranayama, saya lanjutan dengan meditasi, menyambut terbitnya matahari, menyinari alam, menghapus kegelapan di muka bumi ini. Inilah yang saya lakukan setiap pagi mulai jam 4.00 atau paling lambat jam 4.30. sampai jam 6.00 kadang-kadang lebih dikit.

Pada suatu pagi di saat saya melakukan meditasi ala saya, muncul di benak hati saya susunan kalimat seperti ini; " AKU TIDAK MENCIPTAKAN APA - APA, AKU MENJADIKAN DIRIKU SEMESTA INI BESERTA ISINYA ".

Nah apakah ini ilusi, mimpi dan yang sejenisnya, saya tidak membantahnya, pokoknya itu yang saya rasakan. Sehingga itu yang menjadi bahan renungan saya, menjadi bahan pembahasan saya. Setelah direnungkan sendiri, rasanya kalimat itu sangat tepat sekali. AKU yang dimaksudkan disana tidak lain menurut saya adalah Tuhan sendiri, sehingga dapat diterjemahkan kalimat itu secara awam sbb; Tuhan tidak menciptakan apa-apa, sedangkan Tuhan menjadikan diri Beliau alam semesta ini beserta isinya.

Sehingga muncul pemahaman saya bahwa alam semesta ini beserta isinya, ada di dalam lingkaran Tuhan, dan sebaliknya Tuhan sendiri ada di dalam alam semesta ini. Seperti contoh: Ikan di laut, ikan ada di dalam air laut, dan air lautpun ada di dalam tubuh ikan.

Kalau Tuhan menciptakan, berarti ciptaan Tuhan itu ada di luar Tuhan. Kalimat ini menurut saya rasanya kurang tepat. Untuk itu mari kita lihat kalimat-kalimat yang berhubungan dengan itu "di dalam ajaran agama Hindu", ada kalimat: " BRAHMAN ATMAN AIKYAM ". " AHAM BRAHMAN ASMI ". Bila kalimat tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa kita, akan berarti; " Tuhan dan atman itu sama". " Aku adalah Tuhan sendiri ". Itulah yang menguatkan makna kalimat yang saya dapati di dalam meditasi. Namun saya tidak mengatakan bahwa kalimat " TUHAN MENCIPTAKAN " itu salah, bisa saja digunakan kalimat seperti itu, namun bila kita ingin mendalami keberadaan Tuhan, pasti kita setuju dengan kalimat yang pertama diatas.

Menurut pandangan saya, bila kita meyakini kalimat " TUHAN MENJADIKAN....." itu, akan muncul rasa bhakti,rasa kasih dan rasa sayang terhadap semuanya, sebab kita sama-sama dalam lingkaran Tuhan dan Tuhanpun ada di dalamnya, dan kita adalah sama-sama jadian dari Tuhan sendiri. Akhirnya hidup kita menjadi damai, tidak menjadikan perbedaan itu sebagai bahan pertengkaran, apa lagi perselisihan yang mengarah kepada pertempuran. Namun kita akan tetap diarahkan saling menghormati dan saling menghargai, sesuai dengan status sosial kita masing-masing. Maka kalimat yang tertulis di pita yang di genggam di kaki gambar burung Garuda Pancasila itu sangat tepat sekarang kita terapkan.

Demikanlah seklumit pengalaman saya, saya sangat bahagia bila saudara-saudara ikut merenungkan hal itu. Alangkah agungnya pemikiran para leluhur kita di jaman dahulu, yang diwariskan kepada kita sekarang. Terima kasih.

OM, SHANTIH, SHANTIH, SHANTIH, OM.

Post Reply

Who is online

Users browsing this forum: Google [Bot] and 2 guests