Tak Beretika, Permainkan Agama untuk Politik

Kumpulan-kumpulan Dharma Wacana Ida Pedanda Gede Made Gunung dalam bentuk Video / Audio / Foto dan artikel-artikel media tulis tentang Ratu Peranda dari berbagai sumber media.
Post Reply
User avatar
Admin
Admin
Posts: 213
Joined: Mon Jan 07, 2013 4:28 pm
Location: Bali

Tak Beretika, Permainkan Agama untuk Politik

Post by Admin » Mon Apr 15, 2013 2:58 pm

Ida Pedanda Gede Made Gunung berpandangan, tidak tepat kalau agama dibawa-bawa seorang pemimpin atau calon pemimpin untuk kepentingan politik, karena urusan agama bersifat sangat pribadi pada Tuhan Yang Maha Esa. 'Kalau agama sampai dijadikan permainan untuk kepentingan politik, akan sulit membedakan mana yang salah dan benar,' katanya usai memberikan dharma wacana kepada guru-guru se-Kecamatan Denpasar Timur di Wantilan DPRD Bali, Rabu (4/6) kemarin.

Dari sisi UU pun, kata Ida Pedanda, seseorang tak dibenarkan bersikap mendua terhadap agamanya. 'Saya belum pernah melihat UU yang membolehkan warga negara mempunyai dua keyakinan yang berbeda,' katanya.

Andaikata masyarakat sampai mentoleransi seorang pemimpin menganut dua agama, Ida Pedanda Gunung sangat menyayangkan hal itu. Sebab, seorang pemimpin dituntut bersikap tegas terhadap keyakinan yang dianut. Ida Pedanda mencontohkan dirinya, ke mana-mana pergi tetap menyatakan diri beragama Hindu. 'Jangan baru berada di Jawa beragama lain, sementara di Bali menyebut diri beragama Hindu,' katanya.

Jika pandangan masyarakat seperti itu terhadap seorang calon pemimpin tak konsisten terhadap agama yang dianut, lantas sikap mana dari seorang pemimpin yang bisa diteladani masyarakat. 'Pendek kata, seorang pemimpin atau calon pemimpin Bali harus tegas, konsisten dan konsekuen, jangan bersikap ambivalen,' katanya. Sikap ambivalen tersebut akan menyebabkan kebingungan serta keraguan di masyarakat.

Sebelumnya, forum pemerhati umat di Jembrana mendatangi DPRD Bali, Selasa (4/6) lalu. Kedatangan mereka kali kedua untuk kepentingan yang sama. Mereka meminta jawaban dari Dewan mengenai agama calon gubernur Prof. Dr. drg. Winasa. 'Kedatangan kami murni untuk menanyakan agama yang dianut Prof. Winasa, tak ada maksud untuk menjelek-jelekkan,' ujar wakil forum pemerhati umat Ida Bagus Mantra. Akhirnya DPRD Bali melalui anggota Komisi I Ny. Zubaedah Yohana memberikan klarifikasi. Zubaedah adalah satu-satunya anggota DPRD Bali yang langsung mengecek ke Banyuwangi. Setelah dilakukan pengecekan ke Banyuwangi justru ia menemukan fakta bahwa status agama Winasa masih simpang-siur. 'Sebagai suami dari Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari, Winasa dikenal masyarakat Banyuwangi seorang muslim. Sedangkan saat mendaftar sebagai cagub di KPUD Bali beragama Hindu,' katanya.

Atas kebingungan itu, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Bali Drs. Dewa Bagus Badra -- yang anggota Komisi I -- meminta masyarakat tak mempermasalahkan hal tersebut dan mempersilakan masyarakat untuk menilai dan menentukan sikap pada 9 Juli 2008.

Sementara itu, Ketua KPUD Bali AA Wisnumurti menyatakan, KPU tidak sampai memverifikasi agama calon pemimpin. Sebab, dalam aturannya calon gubernur atau wakil gubernur harus bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan Panwas Pilgub Bali pada pertemuan tersebut menyatakan belum bersikap.

Sementara itu, Prof. Winasa beberapa hari lalu secara tegas menyatakan dirinya beragama Hindu.

(Sumber: Bali Post)

Post Reply

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest