Guru Diminta Tanamkan Konsep Alam pada Siswa

Kumpulan-kumpulan Dharma Wacana Ida Pedanda Gede Made Gunung dalam bentuk Video / Audio / Foto dan artikel-artikel media tulis tentang Ratu Peranda dari berbagai sumber media.
Post Reply
User avatar
Admin
Admin
Posts: 213
Joined: Mon Jan 07, 2013 4:28 pm
Location: Bali

Guru Diminta Tanamkan Konsep Alam pada Siswa

Post by Admin » Mon Apr 15, 2013 3:04 pm

LIMA belas guru yang terpilih dalam pemilihan "Guru Ajeg Bali", Selasa (16/11) lalu mendapat pembekalan di Pasraman Yogadiparamaguhya, Griya Purnawadi, Banjar Tengah Blah Batuh, Gianyar oleh Ida Pedanda Gde Made Gunung. Mereka sangat diharapkan peran aktifnya oleh Ida Pedanda untuk dapat menanamkan konsep memanusiakan alam dan lingkungan baik pada siswa dan masyarakat yang lebih luas. Sulinggih yang sudah sedemikian gencarnya memberikan dharma wacana baik di Bali dan luar Bali ini melihat gejala menurunnya moral kehidupan beragama di Bali.

Dua hal penting yang ditekankan Ida Pedanda adalah masalah kontradiktif kehidupan beragama dalam budaya dan estetika serta konsep spiritual untuk memanusiakan alam dan lingkungan. Untuk masalah yang pertama, kemerosotan moral tersebut dapat dilihat dengan maraknya judi, narkoba, mabuk-mabukan, serta kasus perselingkuhan yang belakangan banyak terjadi di Bali.

''Judi dengan dalih berbagai macam bahkan sudah mulai merambah tempat-tempat suci kita. Karena itu, untuk mengajegkan Bali sangat penting untuk mengajegkan Agama Hindu itu terlebih dahulu,'' papar Ida Pedanda kepada finalis pemilihan Guru Ajeg Bali.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa budaya Bali sebagian besar berasal dari ajaran-ajaran agama Hindu. Karena itu, jika ajaran-ajaran Hindu dapat dipelajari, diucapkan, untuk selanjutnya dilaksanakan, niscaya wacana Ajeg Bali dapat segera terwujud.

Terkait konsep spiritual untuk mencapai kebahagian hidup, setiap umat Hindu harus dapat memanusiakan alam dan lingkungan. Inti dari konsep ini adalah bagaimana kita dapat menyayangi alam dan lingkungan kita. Sejauh ini rasa kasih, sayang, serta cinta hanya diberlakukan bagi manusia yang disayangi, tanpa memperhatikan ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang lain.

Diharapkan dari pembekalan itu, para nominasi Guru Ajeg Bali mulai memahami ajaran Hindu. Agama Hindu sangat menghormati perbedaan. "Tidak dapat kita menyeragamkan sesuatu terutama budaya Hindu, karena pada dasarnya Agama Hindu mengangkat budaya lokal untuk kemudian dimaknai,'' pesannya.

(Sumber: Bali Post)

Post Reply

Who is online

Users browsing this forum: e.karpovych1982 and 1 guest