Page 1 of 1

Pedanda Se - Bali Lalukan Pertemuan

Posted: Mon Apr 15, 2013 3:18 pm
by Admin
Telah disahkannya RUU Pornografi oleh DPR RI belum lama ini mengundang kekhawatiran para Pedanda Siwa-Buda se-Bali dan Lombok yang hadir dalam pertemuan di Pura Dang Kahyangan Indrakusuma, Sabtu (29/11) lalu.

Ida Pedanda Gede Made Gunung mengumpamakan, apabila UU tersebut berjalan, seluruh Pedanda akan kena hukum ketika memimpin upacara. Pasalnya saat melakukan tugasnya tiap Pedanda membuka busana di depan umum. Di samping itu banyak simbol-simbol Hindu yang bertentangan dengan UU Pornografi. Ida Pedanda menilai UU tersebut berpotensi mereduksi nilai-nilai agama dan budaya Hindu khususnya di Bali.

Sebelumnya, lewat sambutan tertulis yang dibacakan Karo Kesra IB. Sudawa, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengaku sangat khawatir dengan kondisi umat Hindu di Bali saat ini akibat disahkannya RUU Pornografi oleh DPR RI. UU tersebut menurutnya. akan memberikan pengaruh yang sangat buruk terhadap kehidupan beragama di Bali. Selain itu ke depan Gubernur yakin apabila UU kontroversi tersebut tetap dijalánkan akan menimbulkan kerawanan sosial yang cukup tinggi di Indonesia khususnya di Bali.

Menindaklanjuti itu, Pedanda Siwa-Buda telah bersepakat dengan mengambil hikmah dari yang terjadi tersebut, tidak bisa melaksanakan UU itu. Kalaupun UU Pornografi yang belum ditandatangani Presiden RI itu kemudian disahkan, maka sebaiknya Bali minta Pemerintahan Otonomi Khusus. “Andaikata UU tersebut disahkan Presiden, maka sebaiknya Bali menjadi Otonomi Khusus,” tegas Ida Pedanda.

Pertemuan pedanda ini ditujukan untuk membahas sastra-sastra agama yang menyasar pada kepentingan umat secara umum dan intern Pedanda. Mulai dari mengenal jati diri dan menguatkannya demi ajegnya Bali, termasuk ajegnya Nusantara. Paruman yang dilakukan rutin tiap enam bulan sekali itu, menurut Ida Pedanda Made Gunung bertujuan untuk kepentingan umat agar mereka termotivasi untuk bangga menjadi orang Hindu, bangga menjadi orang Bali sekaligus bangga menjadi orang Nusantara.

(Sumber: Bali Post)